Akan tetapi, persetubuhan tidak selalu meyebabkan selaput dara rosak, dan ia juga tidak benar bahawa seorang wanita dengan selaput dara yang koyak adalah seorang dara.
Selain itu ada juga vagina yang memiliki labia lebih besar atau lebih bengkak. Hal ini typical jika labia melewati vulva dan menonjol.
Penting untuk dicatat bahwa setiap wanita memiliki jenis vulva yang unik dan berbeda, tergantung pada ukuran dan bentuk struktur eksternal. Sebelum membahas bentuk-bentuk vagina perlu terlebih dahulu untuk mengetahui anatomi vagina yang meliputi:
Sebagian wanita memiliki labia yang terselip di vulva atau bibir luar vagina yang lebih besar dan menutupi labia minora.
Semasa melahirkan anak, faraj memberikan laluan untuk mengeluarkan bayi daripada rahim untuk hidup sendiri di luar badan ibunya.
Pada sebuah lokasi prostitusi elit di Batavia para perempuan didatangkan secara khusus oleh mucikari mereka dari Makau. Prostitusi untuk kalangan rendahan biasa ditemukan di kawasan Glodok dan Mangga Besar, di mana para penduduk kota mengenali penyakit sifilis yang timbul akibat prostitusi itu sebagai penyakit mangga.[39]
Lubang faraj dengan bulu ari-ari yang dibuang dan labia yang dipisahkan untuk menunjukkan pembukaan faraj:
Klitoris: Seikat kecil saraf yang terletak di bagian atas vagina dan di atas uretra yang memiliki ukuran bervariasi.
detikNews detikEdukasi detikFinance detikInet detikHot detikSport Sepakbola get more info detikOto detikProperti detikTravel detikFood detikHealth Wolipop detikX 20Detik detikFoto detikHikmah detikPop Layanan
Setelah kemerdekaan Indonesia praktik prostitusi di Jakarta juga masih marak ditemukan. Hingga tahun 1950 di daerah Petojo banyak terdapat kompleks lokalisasi tak resmi prostitusi, meski melewati banyak proses penertiban oleh pemerintah kota hal ini masih tetap ditemukan hingga awal tahun 1980-an.[39] Pada periode 1970-an riwayat prostitusi di Jakarta berlangsung dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin yang terinspirasi dari lokalisasi prostitusi di kota Bangkok mulai menerapkan kebijakan melokalisasi prostitusi ini dalam satu wilayah agar mudah terpantau.
Terdapat zon badan yang mudah terangsang yang dipanggil titik G di dalam faraj (di bahagian anterior faraj, kira-kira lima sentimeter dari lubang faraj). Sesetengah perempuan (walaupun dikatakan hanya merupakan minoriti) boleh mengalami puncak syahwat yang amat kuat jika titik Gnya dirangsangkan dengan cara betul semasa bersetubuh atau melakukan aktiviti seks yang lain. Segelintir pihak mengatakan bahawa puncak syahwat titik G menyebabkan pancutan perempuan, namun masih dipertikaikan.
Faraj juga dikenali dengan pelbagai perkataan lain di Nusantara, dan kebanyakan perkataan tersebut dianggap kurang sopan dan dilarang untuk diucapkan di khalayak umum.
Serat Centhini, sebuah manuskrip Jawa dari awal abad ke-19, merujuk pada bisnis prostitusi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Manuskrip itu menjelaskan berbagai posisi dan teknik seksual yang dikuasai oleh pelacur-pelacur di Jawa untuk memuaskan pelanggannya.
Jumlah pelacur terdaftar di Indonesia, dari tahun 1984 hingga 1995 Prostitusi tidak secara khusus dibahas dalam undang-undang. Namun, banyak pejabat menafsirkan "kejahatan terhadap kesusilaan/moralitas" untuk diterapkan pada pelacuran. Prostitusi tersebar luas dan sebagian besar ditoleransi, terlepas dari kontradiksinya dengan norma-norma sosial dan agama yang populer[18] Prostitusi paling nyata dimanifestasikan di kompleks bordil Indonesia, atau lokalisasi, yang ditemukan di seluruh negeri.